Globalization and Cultural Identity
Dalam penjelasan kali ini,
penulis akan menjelaskan Globalisasi dan identitas budaya kedalam poin-poin
penting, dengan lebih singkat (Summary), dan menggunakan beberapa pemisalan
untuk membantu menjelaskan maksud dari masing-masing poin.
Identitas
Yang dikategorisasi sebagai berikut :
1) a. Gender
: konstruksi sosial yang terdiri dari maskulin dan feminim yang mempengaruhi
indentitas seseorang. Yang mengkarakteristikan indentitas seseorang meskipun
dia seorang lak2 namun dia sebagai perawat (feminim)
2) b. Sexuality
3) c. Race
: (misalnya): melayu
4) d. Kelas
: kapitalisme, masyarakat terdistribusi menjadi dua kelas: kelas borjuis dan proletar. Kemudian adanya ruling class, yang
mendominasi dalam
5) e. Etnhicity
: suku, budaya, adat istiadat
6) f. Nationality
: kebangsaan, yang membentuk nation state (negara-bangsa), negara yang
berdaulat.
7) g. Religion
·
Modernity
Membatasi atau memberikan pengertian, dan
terindustrialisasi. Perwujudan sosial
buday yang terdiri dari kompleksitas.
§ Terinstutisionalisasi: melalui lintas
lokasi, accross space lebih dari satu geografik, melintasi lebih dari
kebudayaan.
§ Industrialisasi : penggunaan teknologi
seperti di Inggris pada waktu. Menggerakkan kelas, interaksi antar kelas
borjuis dan proletar.
§ Ekonomi kapitalis: pasar bebas, regulasi
ekonomi, perjanjian dan kerjasama perdagangan
§ Urbnisme : cendrung lebih melakukan
pekerjaan di kota.
Hubungan
globalisasi dan identitas budaya
a)
Kerangka
identias sebgai kekuatan budaya (resource power), identitas (soft power)
b)
Globalisasi
sebuah proses yang merusak atau meneguhkan identitas?
c)
Globalisasi
sebagai modernitas institusional : munculnya perusahaan multinasional, adanya
virtualturism. Karena globalisasi yang menjembatani. Tidak terlepas dari
pengalaman manusia sendiri, seperti start up yang ada di Indonesia, yang
didahului terlebih dahulu dnegan kelangkaan pekerjaan.
d)
Modernity
menjembatani pengalaman seseorang, pengalaman kelompok / konstruksi sosial,
budaya kelompok, dan sosial
e)
Teritorial,
mendistribusikan budaya lintas batas.
Kemudian muncul pertanyaan globalisasi
menciptakan imperialism, yang menghapuskan identitas.

Komentar
Posting Komentar