INTERDEPENDSI





Interdependensi

     Menurut Keohane dan Ney, bahwa didalam interdependensi adanya reciprocal, yang artinya saling ketergantungan antar negara atau aktor regional, dan global. Interdependensi adalah ketergantungan, yang berarti keadaan dipengaruhi oleh kekuatan eksternal. Seperti saling ketergantungan dalam politik dunia dapat dilihat dari karakteristik situasi yang memiliki efek timbal balik antar aktor.

    Jadi, interdependensi global yaitu, terjadinya hubungan saling ketergantungan diruang lingkup global dan regional, bahkan antar negara. berbeda jika dalam konteks dependensi yaitu hanya bergantung saja pada negara atau aktor lainnnya

ü Tiga ciri interdependensi kompleks:

1)      Multiple channel, banyak aktor-aktor yang terlibat, ciri didalamnya:

-       Interstate: hubungan negara dengan negara lainnya sebagai aktor tunggal.

-       Transgovermental: hubungan antar pemerintah dengan pemerintah atau kelompok / individu lain.

-       Transtaional: hubungan antar individu negara / antar individu dengan kelompok yang melintasi batas-batas negara.

      2)  Multiple issues, isu pembahasan yang luas tidak lagi membahas masalah militer, dan pembahasan tidak lagi terfokus pada satu isu serta lebih kepada isu kontemporer seperti ekonomi, budaya, dan lain-lain.

      3)  Minor, sedikit membicarakan adanya tekanan militer dan keamanan dalam hubungan interdependensi neagra.

üGlobalisasi dan interdependensi, Regionalisasi dan interdependensi regional, kedua poin jika dibahas maka harus menyesuaikan dengan konteks.

Teori Interdependensi Regional

1)      Neo-fungsionalisme, berada di bawah payung Institusionalisme. Dengan asumsinya: institusi regional diperlukan oleh negara-negara untuk menyejahterakan masyarakatnya dan untuk mencapai kepentingan warga negaranya. Menurut neo-fungsionalisme negara-negara dalam institusi akan terintegrasi dan menjadi self-sustaining dan bersifat spill over.

-          Self-sustaining, terus-menerus membentuk dan membangun diri untuk keberlanjutan kehidpuan negara.

-          Spill over, pembahasan isu yang meluas. Contoh ketika Indonesia bergabung dengan ASEAN, maka Indonesia tidak hanya membahas ekonomi tapi juga budaya, dan lainnya. Spill over terbagi menjadi dua:

a)      Spill over-fungsional, peran fungsionalis institusi regional dalam menyelesaikan masalah melalui kerjasama lebih lanjut dalam isu yang lebih luas, misal kelompok penekan meminta ASEAN untuk membuat pasar.

b)      Spill over-politis, lebih melihat ke institusinya, bagaimana negara memainkan dinamika internal dalam institusi regional. Misal Uni Eropa, didalamnya ada Departemen Uni Eropa atau Komisi, kemudian Komisi membagi loyalitas kepada anggotanya.

           Maka, interdependensi mendorong pembentukan institusi untuk memaksimalkan kepentingan nasional negara.

           

            2)  Neo-Liberal Institusionalisme

-          Asumsi dasar: Interdependensi menuntut negara untuk membentuk institusi internasional sebagai wadah kerjasama yang berjalan lebih terstruktur dan diawasi melalui aturan-aturan dan kesepakatan bersama.

-          Institusi internasional dapat membantu negara menghadapi permasalahan bersam melalui manajemen kolektif.

-          Institusi memberikan keuntungan berupa memfasilitasi komunikasi, informasi, dan transparansi.

-          Negara adalah aktor dominan dalam membuat keputusan di dalam instituasi internasional (state centris), meskipun negara sebagai aktor yang egois rasional yang mampu mengkalkulasi untung rugi.

3)  Konstruktivisme

-          Asumsi dasar: interdependesi akan mendorng negara untuk membentuk isntitusi internasional karena adanya kesadaran dan identitas regional.

-          Fenomena yang kita lihat saat ini: ide, kepercayaan, peran, dan segala hal yang ada itu berasal dari tradisi akan membentuk perilaku dan berbagai hasil karya yang dibuat oleh para aktor, sebagaimana yang diciptakan oleh manusia sehingga tidak lepas dari sifat manusia.

-          Intersocietal, “rasa ke-kamian”, saling menghormati, loyalitas, dan identitas bersama untuk membentuk prinsip nroma bersama.

ü The Networks of Global Interdependency

1)      The interdependencies of comodities

-          Comodity chain, mata rantai ekonomi, yaitu dari proses produksi (pembuatan sub-komponen, perakitan, pengemasan), kemudian dilanjutkan ke distribusi.

-          TNC : aktor kunci dalam pembangunan global yang saling ketergantungan ekonomi.

-          Contoh : komoditas kopi Indonesia bisa dinimkati oleh orang-orang Eropa, atau Indonesia dapat mengkonsumsi makanan asli Korea Selatan.

2)        The Interdependencies of Work

-       Ketergantungan antara perusahaan dan pekerja, para pekerja tidak di pandang apa warganegara atau kebangsaannya, pekerja dari maan saja bisa masuk ke perusahaan asing, yang dapat membangun hubungan antara pekerja dalam konteks globalisasi.

-       Sosial division of labor, contohnya pekerja Jepang pasti ditempatkan di bidang teknologi dan operasi sistem, sementara pekerja dari India menjadi tukang bersih-bersih (OB).

            3)  The Interdependecies of Law

-     Di dunia yang semakin terglobal dan terinterdependesi, hukum menjadi semakin penting.

-     New Free-Trade Agreements dan perubahan yang mengikat dan arbitrase, hukum dengan jangkuan global yang semakin meningkat serta pengaruh lokal yang lebih dalam.

-     Contoh : Regional Perdagangan Global (GATT, WTO, WIPO).

-     Akibat interdependensi, negara berada dalam institusi yang kemudian membagi loyalitas serta ada hukum berada didalamnya.

            4)  The Interdependecies of Goverment

-       Re-regulasi transnasional pada dasarnya bergantung pada nation-state (governance) untuk implementasi operasional mereka.

-       The end of nation-state : goverments memungkinkan kekuatan pasar untuk mengatur melalui eksistensi dan penguatan kebijakan (liberal).

            5)  The Interdependecies of Money

-       mata uang yang semakin terglobal, dominasi mata uang internasional atas mata uang negara masing-masing.

-       Perjanjian Bretton Woods, Dollar mendominasi. Contoh, nilai mata uang Rupiah bergantung pada nilai Dollar

-       Mengintegrasi keuangan dunia, yang dapat membuat dunia hutang yang lambat dan hancur.


Komentar